Secangkir Kopi Membingkai Rindu

kopi

Siluet pagi terukir indah menemani sang mentari yang hadir menyapa, tiupan angin membelai lembut rerumputan yang masih menyisakan air embun dihelaian daunnya, secangkir kopi dengan asap yang masih mengepul menemani pagiku, aroma kopinya yang khas mengantarkanku dalam seobat perjalanan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

**

            Saat musim liburan aku, dan beberapa teman travelling ke seobat desa di kepulauan anambas kepulauan riau, perjalanan singkat namun berarti bagiku.

Aku bergegas menuju ruang tunggu terminal keberangkatan, ikut mengantri untuk diperiksa oleh petugas bandara sebelum masuk ruang tunggu, semua berjalan lancar hingga masuk ke pesawat. Setelah memastikan perangkat elektronik di nonaktifkan perlahan kusandarkan tubuhku disandaran kursi dengan rileks kupejamkan mata hingga tak sadar kubiarkan diriku terlelap.

            Pemberitahuan pramugari bahwa waktu mendarat sudah dekat membangunkanku, aah ternyata aku tertidur selama perjalanan. Semua penumpang bersiap-siap untuk turun, akupun membenahi diri mengecek ransel yang ku kenakan memastikan tidak ada yang tertinggal. Pesawat mendarat dengan sempurna, semua penumpang menuju terminal kedatangan. Segera ku aktifkan hp sambil menuju ruang pengambilan bagasi. Tidak terlalu lama menunggu setelah kudapatkan bagasiku segera bergegas keluar bandara petugas bagasi mengecek setiap bagasi yang dibawa penumpang termasuk milikku, saat diperiksa petugas meminta kode bagasi yang ditempelkan dibelakang tiket, tangan ku dengan cekatan merogoh kantong jaket yang kukenakan namun tidak ada tiket disana ku periksa dalam ransel juga tidak ada, “ seketika otakku berpikir keras kemana tiketku, rasanya setelah dicek pramugari saat masuk pesawat tiketnya langsung ku masukkan kedalam saku jaket tapi kenapa tidak ada” jadilah aku diminta petugas menunggu tidak lama menunggu salah satu petugas pengecekan bagasi menghampiri lalu mengeluarkan selembar tiket dan menyocokkan kodenya dengan yang ditempel dibagasiku lalu mengembalikan tiket tersebut, petugas itu mengatakan bahwa tadi seorang pemuda menitipkannya saat meninggalkan bandara katanya sepertinya anda salah memasukkan tiket ini ke dalam saku jaketnya.

            Sepanjang perjalanan menuju penginapan kuhabiskan dengan beristirahat, sambil menikmati pemandangan, dan melepas penat, ingin sekali segera sampai penginapan kemudian beristirahat menunaikan hak tubuh. Sesampainya di penginapan langsung menuju resepsionis, dan menanyakan kamar teman-temanku yang sudah lebih dulu sampai. Kami berlibur bersama tentunya salah satu dari tim liburan kali ini adalah teman baikku El.

            Esok harinya aku diminta temanku untuk meminta jasa pemandu wisata untuk beberapa hari kedepan selama kami berada di anambas, aku menuju posko pemandu wisata yang tidak jauh dari penginapan kami, setelah mengucap salam tidak terlalu lama menunggu muncul seorang pemuda menghampiriku ia bertanya keperluanku dan aku menjelaskan tujuan kedatanganku bahwa kami membutuhkan pemandu untuk 7 hari kedepan, ia menjelaskan kalau semua pemandu wisata sudah dibooking hanya tinggal satu orang yang masih kosong tapi dia sedang tidak diposko ia memintaku untuk menunggu jika bersedia, aku putuskan untuk menunggu diteras, saat menunggu aku mencium aroma kopi yang terasa enak dan mataku langsung tertuju pada secangkir kopi yang asapnya masih mengepul diatas meja kecil dari bambu yang dipernis kuning, aku reflek bertanya pada pemuda tadi yang duduk didalam ruangan namun tidak terlalu jauh dari teras depan tempatku menunggu,

“ maaf ini kopi siapa dibiarkan diteras sepertinya akan cepat dingin jika dibiarkan saja ditiup angin tanpa diberi tutupnya,

“ aah itu kopi si abi pemandu yang sedang ditunggu, tidak ada yang mau menyicipi kopinya karena kebiasaan anehnya meminum kopi, (sambil tertawa )

“ kebiasaan aneh bagaimana maksudnya ? Tanyaku penuh selidik

“aah itu kopinya ditambah dengan perasan jeruk nipis, jadi tidak ada yang mau berbagi kopi dengannya karena seleranya yang unik.

“aah begitu, ngomong2 dia sedang kemana ? Tanyaku ingin tahu,

“ dia sedang ke mesjid sholat dzuhur, tidak mau ketinggalan sholat berjama’ah dia buru-buru kemasjid kopinya dibiarkan begitu saja,

“ aku terdiam sejenak, masih ada orang seperti itu dizaman dimana orang lebih memperhatikan dunia ketimbang akhirat.

“lamat-lamat kuamati cangkir kopi itu namun aku tidak benar-benar memperhatikan kopi itu melainkan memikirkan orang seperti apa pemuda yang benama abi ini ?

            Beberapa saat menunggu pemuda tadi keluar menghampiri ku menyampaikan pesan bahwa pemandu untuk kami sudah setuju untuk mendampingi kami selama 7 hari kedepan, tadi dia menelponku katanya akan pulang terlambat jadi memberi tahu agar anda tidak menunggu dan besok pagi langsung berkumpul disini.

            Aku mengiyakan dan pamit pulang ke penginapan dalam perjalanan pulang aku sedikit mengecewakan tidak sempat bertemu langsung dengan sosok pemuda bernama abi itu, namun besok juga akan bertemu dengannya aku mencoba berdamai dngan hati, sejak siang itu aku selalu memikirkan sosok abi entah kenapa pikiran tentangnya menyita perhatianku.

            Pagi harinya aku sangat bersemangat untuk menjelajah anambas tapi aku menyadari satu hal aku lebih semangat sejatinya karna penasaran dengan pemandunya, saat kami berkumpul di posko pemandu aku menantikan sosok abi dengan rasa penasaran, akhirnya muncul seorang pemandu yang menyebut namanya jaka dan menjelaskan rute yang akan kami tempuh, dalam hati bergumam kecewa ternyata pemandunya diganti, tapi kenapa ?

            Perjalanan hari itu berjalan lancar seharian menikmati wisata laut anambas yang mewah dengan alam bawah lautnya yang indah, sebelum kembali ke penginapan kami diajak mampir ditempat makan khusus seafood, saat menunggu pesanan kami dihidangkan aku mencium aroma itu lagi, iya aku membenarkan penciumanku dalam hati ini benar persis aroma kopi pemuda yang bernama abi, aroma kopi yang tidak special tidak jauh beda dengan aroma kopi pada umumnya namun yang ini aromanya khas karena ditambahkan dengan perasan jeruk nipis diatasnya. ku amati sekeliling ku ada beberapa yang sedang menikmati kopi dan salah satunya pemandu kami dan seorang temannya sedang duduk dimeja paling pojok menghadap ke barat sambil menikmati secangkir kopi, aku tidak bisa memastikan ini aroma dari cangkir kopi yang mana.

            Namun, satu hal yang akhirnya aku sadari aroma kopi itu membuat hatiku merasa nyaman, aku merasakan sesuatu mengisi relung hatiku, aku merasakan hatiku terasa hangat dan nyaman saat pikiran ku berkelana memikirkan sosok pemuda dengan aroma kopi yang khas pemuda misterius yang telah mencuri perhatianku sebelum aku sempat mengenalnya terlebih dahulu ia telah mencuri hatiku.

            Semalaman aku tidak bisa tidur menantikan pagi kembali, sambil ragu-ragu aku menceritakan kepada temanku “apakah ada orang yang jatuh cinta tanpa kenal orangnya ?

“Apakah mungkin seseorang jatuh cinta pada seseorang yang tidak pernah bertemu dengannya namun hanya mendengar cerita tentangnya dan sesuatu yang mengingatkan padanya ?

temanku langsung menatapku aneh dan kemudian tertawa mendengar ceritaku,

“itu aneh dan tidak masuk akal

Katanya sambil kembali menatap layar hp nya melihat foto-foto perjalanan kami, dia mengacuhkan ku, aku berfikir lagi, dan lagi apa yang salah dengan ku, apa aku mulai tidak waras, bagaimana mungkin aku bisa menyukai seseorang yang aku sendiri tidak tau siapa dia, dan sangat aneh terdengar aku menyukainya hanya karna dia selalu sholat berjama’ah di masjid ?

Entahlah rasanya kepalaku jadi pusing memikirkanya, sedangkan dia tidak pernah muncul sampai hari terakhir kami di anambas.

Sebelum kami kembali beberapa temanku menghabiskan hari terakhir di anambas dengan memburu souvenir, dan aku sendiri menghampiri warung seafood yang kami kunjungi beberapa saat lalu, aku iseng bertanya pada pelayan apakah disini ada yang pernah memesan kopi dengan tambahan perasan jeruk nipis.? Pelayan itu sedikit aneh mendengar pertanyaanku, namun dia segera tersenyum “ maaf seingat ku tidak ada namun kami bisa membuatkan kopi sesuai pesanan anda”, aku sedikit kecewa dengan jawabannya, namun apa boleh buat memang pertanyaanku sedikit aneh.

            Hari ini kami harus kembali kerumah masing-masing dan mencukupkan liburan kali ini sampai disini, diperjalanan menuju bandara pikiran ku benar-benar kacau, pikiran ku dipenuhi banyak pertanyaan, siapa, dimana, kenapa, apa dan bagaimana ?

Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengankku, namun satu hal yang aku sadari bahwa aku secara tidak sadar mengizinkan sosok pemuda misterius dengan aroma kopi yang khas itu masuk dalam kehidupanku tanpa mengizinkan ku untuk mengenalnya.

            Beberapa hari telah berlalu sekembalinya aku dan teman-teman dari liburan, aku baru akan membereskan barang-barang bawaan dan memisahkan oleh-oleh yang akan aku berikan pada beberapa sepupu dan adik-adikku, semua pakaian kotor menumpuk saat akan kumasukkan kedalam mesin cuci selembar kertas usang yang kusut jatuh dari saku jaketku, aah ternyata tiket pesawat kemarin saat pergi liburan, saat akan membuang tiket ketempat sampah aku melihat sesuatu tertulis dibalik tiket, perlahan kubuka ternyata ada alamat e-mail disana tapi aku tidak mengerti ini alamat e-mail milik siapa,?

            Saking penasarannya aku segera online, dan membuka e-mailku dan dengan hati-hati ku mulai menulis dibadan e-mail untuk seobat alamat e-mail yang tertulis dibalik tiketku

            “ Assalamualaikum, apakah ini alamat e-mailmu yang menitipkan tiket pesawatku pada petugas bagasi,?, kalau benar aku mau minta maaf karena salah memasukkan tiket dan sekaligus mau berterima kasih karena sudah menitipkan tiket pada petugas sehingga aku tidak perlu berdiri terlalu lama di bandara.

            Wassalam, “

            Setelah mengirimkan e-mail aku melanjutkan kegiatan bersih-bersih lalu kuhabiskan waktuku untuk mengedit foto-foto selama liburan dan mempersiapkan bahan tulisan untuk dokumentasi perjalanan, aku seorang pecinta alam, hobby ku menulis dan berpetualang, biasanya aku travelling bersama teman-teman yang sehobi namun terkadang juga bisa pergi sendirian, aku sering menulis diblog pribadi dan aktif sebagai freelance diseobat media online.

            Seminggu sudah berlalu kesibukan menulis membuatku lupa dengan banyak hal, sekarang aku punya banyak ide tulisan namun yang sangat ingin kutulis adalah mengenai si pemuda misterius yang sangat ingin kutemui saat liburan kemarin namun sampai detik ini aku tidak pernah tahu seperti apa rupanya, namun cerita tentangnya tetap menarik bagiku untuk kutuliskan.

            Terkadang jenuh menghampiri ketika sedang menulis namun biasanya jurus ampuh yang kugunakan untuk mengusir jenuh adalah berselancar di dunia maya itu adalah alternatif terbaik, baru saja ku hubungkan laptopku dengan internet langsung ada inbox ke e-mail ku segera kubuka e-mail yang ternyata berasal dari pemuda tiket.

            “ Alaikumsalam, aku sudah lama menunggu e-mail darimu sejak hari itu, namun setelah 2 minggu berlalu baru menghubungi, bagaimana kabarmu, apakah masih demam?

            Seketika aku jadi merinding membaca e-mail dari pemuda tiket itu, kenapa dia seperti mengenalku dengan baik, dia menunggu pesanku,? Lalu dia juga tau aku sempat sakit saat liburan ke anambas, siapa pemuda tiket ini, apa dia mengikutiku selama disana,? Apa dia orang jahat,?

pikiran ku jadi parno dengan e-mail yang baru saja kuterima, apa maksudnya semua ini, aku masih tertegun menatap layar laptopku, sambil berfikir keras aku balas pesannya atau tidak, hati dan pikiranku bertentangan, pikiranku menolak, namun hatiku merasa pemuda tiket ini orang baik. Akhirnya aku putuskan untuk membalas e-mailnya,

            “ alhamdulilah aku baik sudah sehat, apa kau mengenalku, atau kita pernah bertemu selama di anambas,?

E-mail singkat kukirim kembali pada alamat e-mail yang sama, beberapa menit berselang langsung masuk e-mail balasan darinya, sepertinya dia sedang online gumamku,

            “ baiklah senang mendengar kabarmu, kita pernah bertemu saat dipesawat dan setelahnya tidak pernah bertemu secara langsung, tapi aku rasa aku cukup mengenalmu.

            “ bagaimana mungkin kau bisa mengenalku sedangkan kita hanya bertemu sekali dan itupun hanya dipesawat dan kita tidak saling mengenal dan tidak bicara sama sekali. Kau pasti tau namaku dan mengenalku dengan baik namun aku tidak tau tentangmu bahkan namamu, aku rasa ini tidak adil bagiku.

            “besok aku akan berangkat keluar negeri menyelesaikan beberapa urusan dan kemungkinan besar aku akan kembali tahun depan, insyallah aku akan datang memperkenalkan diriku secara langsung padamu.

            Barakallahu fiik (semoga allah merahmatimu)

            Aku tertegun sejenak menatap layar laptopku, seakan tidak percaya dengan e-mail yang barusan kubaca, apa- apaan ini kenapa aku dibuat penasaran begini, aah tidak sepertinya aku yang aneh kenapa aku harus penasaran dengan pemuda tiket ini, tidak masuk akal aku percaya dengan lelucon pemuda ini.

            Hp ku berdering, saat kulirik layar hp ku muncul satu nama yang tidak asing bagiku, El teman baikku segera kuangkat telponnya setelah kujawab salam El langsung heboh seperti biasa anaknya paling tidak bisa kalem, dia mengajakku keluar hang out ketempat favorit kami nongkrong di warung pinggir pantai kami biasanya mengahbiskan waktu disana sambil menikmati senja saat langit kemerahan melepas sang mentari tenggelam.

            Aku menceritakan mengenai pemuda kopi misterius pada sahabatku El, aku masih sangat penasaran dengan dia aku masih tidak percaya aku bisa begitu tertarik dengan pemuda kopi ini hanya karena mendengar dia tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah di masjid, aah ada apa denganku, El hanya mendengarkan ceritaku sambil ikut berfikir mengenai seperti apa sosok pemuda itu, hmm kami saling terdiam sambil menatap laut sesaat kemudian El bertanya padaku apakah aku punya teman atau kenalan di anambas, tidak sama sekali jawabku singkat tidak begitu tertarik dengan pertanyaan El, hmm lalu siapa orang yang mengantarkan mu obat saat kau sakit disana ? Obat ? Siapa maksudmu ? Iya obat yang kuberikan padamu waktu itu seorang pemuda menitipkannya pada pemandu kita dan pemandu kita memintaku memebrikannya padamu, aah saat itu aku masih sibuk melihat hasil jepretan kita jadi aku lupa memberitahukanmu, kau yakin seorang pemuda yang memberikanku obat ? Iya kata pemandu kita pemuda itu menitipkan obat untukmu karena kau sedang sakit.

            Otakku berfikir keras siapa orang itu, aaah aku bisa gila dengan semua kebingungan ini terlalu banyak hal misterius yang membuatku penasaran dan siapa lagi pemuda ini ? Pemuda kopi dan pemuda tiket sudah cukup membuatku bingung sekarang ditambah satu lagi.

            Siapa pemuda itu El? Entahlah aku juga tidak tau dan maaf yah aku tidak menanyakan lebih jauh, aku pikir dia pasti mengenalmmu sehingga dia mengantarkan obat untukmu, namun kenapa dia tidak datang dan memberikan langsung padaku? Mungkin dia takut mengganggumu sedang istirahat kali sahut El santai, aku juga lupa memberitahukan mu satu hal lagi, kau ingat tidak saat kita kepulau temawan, mukenamu ketinggalan dimushalla kan? Nah mukena itu ada padaku waktu itu ada yang mengantarkannya sehari sebelum kita pulang kalau tidak salah saat itu aku dan teman-teman sedang di seobat toko souvenir, karena sedang asyik hunting oleh-oleh aku sampai lupa memberitahukan padamu, siapa yang memberikan padamu El? Nah itu juga aku kan sudah bilang sedang sibuk hunting souvenir aku tidak begitu memperhatikan siapa yang memberikannya aku hanya ingat ada pemandu kita saat itu dengan wajah bersalah sahabatku itu membuatku urung menanyakan lebih jauh. Aku sibuk bertanya-tanya dalam hati apakah pemuda tiket dan pemuda kopi ini adalah orang yang sama, apakah mungkin hal demikian bisa terjadi, aku sibuk sendiri menghubung-hubungkan semua kejadian selama di anambas dan pemuda tiket.

Pemuda itu membuatku jatuh hati, aku bisa mencintainya tanpa tau persis sosok nya, aku mencintainya tanpa tau latar belakangnya, aku mencintainya dalam diamku.

Pertemuan yang singkat namun mengambil banyak hal dariku, tanpa ku sadari separuh hatiku terisi dengan sosoknya yang misterius penuh tanya dalam benakku tentang sosoknya namun tidak ada keberanian untuk mencari tau tentangnya, seorang pemuda dengan aroma kopi yang khas.

*

            Setahun hampir berlalu tanpa terasa aku melalui hari-hariku seperti biasa masih sibuk dengan semua kegiatanku menulis dan berpetualang padatnya aktifitasku membuatku lupa dengan rasa penasaranku mengenai pemuda itu, tidak terasa setahun berlalu semenjak aku belibur ke anambas dua minggu kedepan aku akan berada di lombok nusa tenggara barat kali ini aku akan menjajakkan kaki ke seobat pulau yang dijuluki negeri seribu masjid. Perjalanan kali ini aku tidak ditemani teman-teman ku karena mereka juga sedang ada job yang berbeda-beda, tapi tidak masalah ini bukan perjalanan pertamaku seorang diri, aku sibuk mengemasi barang-barang yang sekiranya aku perlukan nantinya dilombok.

            Semua keperluanku sudah siap satu koper dan ransel setiaku, setelah kupastikan semua siap segera kuprintkan surat perjalanan dan beberapa kuisioner yang kubutuhkan nantinya, semuanya kupersiapkan hari ini karena besok pesawatku penerbangan pertama menuju pulau lombok sehingga tidak ingin ada yang tertinggal.

            Beberapa waktu lalu aku mendadak merindukan suasana bandara, terdengar aneh memang namun sekarang aku sudah tidak merindukannya lagi karena sudah berada disini lagi, bandara memang menjadi bagian dariku beberapa tahun belakangan ini semenjak aku bergabung dengan seobat biro travelling, aku menyukai pekerjaan ini karena motto hidupku “berpetualang adalah nafasku”.

            Bismillah sebentar lagi pesawat akan tinggal landas selamat datang pulau lombok sebentar lagi aku akan berada disana semoga diperjalanan tidak ada masalah, terminal kedatangan bandara lombok praya masih sepi tidak terlalu ramai penumpang karena masih pagi, hanya penumpang yang satu pesawat denganku memenuhi ruang pengambilan bagasi. Ku aktifkan HP segera kukabari El bahwa aku sudah sampai dilombok dengan selamat ternyata El masih diruang tunggu karena dijadwalnya penerbangannya menuju kalimantan delay 30 menit, perjalanan menuju penginapan tidak terlalu lama karena memang tidak jauh dari lokasi bandara, cuaca dilombok cukup panas karena memang pulau kecil yang dikelilingi oleh laut tapi karena masih pagi aku belum merasakan hawa panas, walaupun cuaca panas tidak mengalahkan cantiknya pemandangan pulau yang dijuluki negeri seribu masjid ini.

            Tepat sesampainya dipenginapan tanah lombok diguyur hujan namun tidak terlalu lebat masyaallah gumamku dalam hati kedatanganku disambut dengan hujan insyaallah berkah, tubuhku enggan beranjak dari kursi dipinggir jendela, rasanya sudah nyaman duduk menatap hujan yang menerpa dedauan dihalaman, sesaat terdengar suara pintu diketuk segera kuhampiri dan membuka pintu kulihat seorang pelayan dengan seobat dasi pita berwarna merah menawariku minuman hangat dari beberapa pilihan mataku tertuju pada secangkir kopi hangat yang masih mengepulkan asap panasnya, sambil tersenyum aku meminta secangkir kopi itu dan meminta sepotong jeruk nipis.

            Bagiku kenangan itu menjadi bagian dari diriku, kopi dan perasan jeruk nipis ini menjadi penawar sebongkah kerinduan yang sudah lama bersemayam dihatiku, hanya dengan menikmati aromanya saja membuatku rileks, dan menjadi semangat baru bagiku untuk bisa melalui hari-hariku dengan suka cita, dihatiku masih dengan harapan yang sama suatu saat sosok itu benar-benar nyata muncul dihadapanku dan memperkenalkan dirinya langsung dan dengan senang hati aku akan mengizinkannya masuk dalam kehidupanku dan menyempurnakan kepingan kenangan yang pernah kumiliki dulu, saat ini yang belum sempurna entah bagaimana dengan yang akan datang, apakah bernasib sama atau akan disempurnakan dengannya.

            Hingga saat ini setiap sedang melalukukan perjalanan bersama teman-teman kalau ada yang minum kopi aku selalu usil menyarankan mereka untuk menambahkan perasan jeruk nipis diatas cream kopinya, terdengar lucu memang namun bagiku setiap mencium aroma kopi yang ditambahan perasan jeruk nipis diatasnya selalu mengingatkanku pada sosoknya, membuatku semakin menikmati kerinduanku dengan sosoknya, seakan membuatku selalu merasa keberadaannya dan membuat hatiku nyaman.

            Aku sendiri bukan pecinta kopi dan juga bukan termasuk yang suka sesekali menikmati secangkir kopi untuk melewati hari atau sekedar menunggu hujan reda, namun setiap kali aku senggang, kehabisan ide menulis, sedang suntuk dan stress entah mengapa aku selalu memesan kopi atau membuatnya sendiri tentunya tidak lupa menambahkan perasaan jeruk nipis sebagai toping, aku tidak membuatnya untuk kuminum melainkan sekedar mencium aromanya yang khas dengan sendirinya aku merasa lebih baik dan merasa semua masalah berlalu begitu saja.

            Aku tidak terlalu yakin sejak kapan kenangan tentangnya menjadi energi positif bagiku, menjadi charger semangat baru dalam hidupku dan kapan tepatnya kebiasaan seperti ini dimulai, namun yang kutau hal konyol ini sudah kulakukan ketika aku mulai mengagumi sosok pemuda kopi yang tidak pernah kujumpai selama liburan di anambas dan sampai detik ini aku tidak pernah bertemu dengannya bahkan untuk sekedar mengenalnya. Rasanya sangat tidak adil, namun ku percaya satu hal jodoh rizki dan maut sudah ditetapkan dan yang pasti jodoh itu tidak seperti sandal jepit insyaallah tidak akan tertukar dengan orang lain.

            Diawal aku berfikir hal ini akan sangat menggangguku akan sangat menyita waktu dan perhatianku dengan semua kebingungan rasa penasaran dan kerinduan yang akan menyiksa, namun seiring berjalannya waktu aku bisa melaluinya dengan baik semua bisa berlalu begitu saja bahkan berubah menjadi seobat kenangan yang indah bahkan sangat sulit untuk kugantikan dengan kenangan yang baru karena kenangan tentangnya mempunyai tempat tersendiri dihatiku, satu hal yang kusadari setelah sekian lama adalah sejatinya kerinduan itu tidak selamanya menyiksa tergantung bagaimana cara kita melaluinya.

            Seperti pepatah kenangan itu tidak akan pernah bisa diulang, sekalipun kita mencoba mengulangnya mengkondisikan semuanya seperti saat itu tetap saja tidak akan pernah sama. Jadikan seobat penantian seperti kita sedang duduk diseobat kursi ditengah-tengah taman bunga yang indah bunga-bunga sedang bemekaran disinari sang mentari, maka akan banyak hal positif yang bisa kita lakukan mengisi penantian itu.

***

*Blog Post Ini Dibuat Dalam Rangka Mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #Mycupofstory Diselenggarakan Oleh GIORDANO Dan Nulisbuku.Com

Cinta punya batas kadaluarsa,?

IMG20150605174408Tidak ada habisnya jika kita membicarakan tentang cinta, ia hadir bak mentari menyikap kegelapan malam setiap harinya, ia hadir bak pelangi yang selalu menghiasi langit sendu sehabis hujan, begitupun cinta yang selalu hadir menyapa hati-hati yang gersang akan hadirnya, tanpa diminta tanpa di harapkan ia hadir seolah tanpa permisi mengisi relung hati.

Terdengar kejam memang tapi begitulah cinta menempatkan eksistensinya, seolah ia yang berkuasa mengendalikan kita, padahal sejatinya cinta punya batas kadaluarsanya, hmm akupun punya cerita.

Sejatinya hati ini tempat khilaf dan salah, namun cinta membuktikan bahwa ia tidak mau disalahkan, tetap saja kembali lagi bagaimana cara kita memperlakukannya, sehingga tidak ada yang salah dengan kehadirannya, begitupun hati ini terlalu gampang dihinggapi cinta tanpa bisa ditolak atau dielakkan,

Aku mencintainya seperti angin yang membelai lembut dedaunan

Aku mencintainya seperti embun pagi yang selalu hadir menyapa

Aku mencintainya seperti rembulan yang menyelimuti malam

Aku mencintainya seperti senja yang selalu menenangkan

Aku mencintainya seperti ombak yang merindukan pantai

Sekali lagi apakah cinta punya batas kadaluarsanya,?

Ketika memutuskan untuk mencintai sesuatu, tentunya sudah siap dengan segala konsekuensinya, karena segala sesuatu di dunia ini hadir sepaket seperti halnya malam dan siang, langit dan bumi, seperti itu juga denganku.

Aku mencintai hujan, akupun harus bersedia untuk basah

Aku mencintai malam, akupun harus berani saat gelap

Aku mencintai salju, akupun harus siap dengan kebekuan

Aku mencintaiNya, akupun harus patuh dan taat padaNya

Aku mencintainya, akupun harus siap saat cintaku kadaluarsa

Senja adalah fase langit paling romantis,,, ketika cinta hadir menyapa tiada lain tiada upaya yang bisa dilakukan selain berserah padaNya, bertanya padaNya, pada yang maha tau segala sesuatu begitupun aku, aku bertanya pada sang pemiliki hati benarkah cinta punya batas kadaluarsanya,?

Pertanyaan yang selalu aku tanyakan tiada akhir, menemui titik dimana aku tersadar bahwa segala sesuatu yang datang dariNya maka akan kembali padaNya sandarkan semua padaNya serahkan semua padaNya maka akan kau temukan jawaban yang luar biasa.

Lalu bagaimana menyikapi cinta yang hadir menyapa,?

Tidak hanya sekali dua kali ia hadir menyapa, seolah tiada henti berkunjung kehati, akankah cinta ini berlabuh lagi untuk terakhir kalinya,? Sejatinya cinta tidak punya batas kadaluarsa ketika kita sandarkan padaNya.

Membaca tidak selalu harus “Buku”

Hari ini baca buku baru yang insya allah bermanfaat.

Hari ini bertemu dengan seorang bapak2 penjual tebu yang tebunya dibungkus plastik, bapak ini sudah sangat tua mungkin bisa dikatakan renta, beliau membawa dagangannya dengan keranjang usang dikedua belah tangannya,,dibawah terik matahari yang menyengat beliau terus berjalan dipinggir jalan dengan terpaan debu dan polusi tidak menyurutkan semangatnya mencari nafkah,, saya melihat beliau dari jarak yang tidak terlalu jauh, entah kenapa saya tertarik ingin mengikuti bapak ini, saya ikuti beliau berjualan tanpa sepengetahuan beliau tentunya.

Sampai di sebuah taman saya lihat beliau duduk dibawah pohon untuk berteduh, sepertinya bapak itu sedang menunggu anak sekolah keluar main untuk menjajakan dagangannya,, kebetulan disamping taman itu ada sd, dan ditaman itu juga banyak anak-anak yang sedang bermain, dengan sabar beliau menunggu, sampailah pada saat lonceng berbunyi anak-anak sekolah ramai mencari jajanan, namun tak satupun dari mereka yang berminat membeli dagangan beliau, namun beliau tetap sabar menjajakan dagangannya sampai anak-anak sekolah tadi kembali mengikuti pelajaran, namun dagangan beliau tidak satupun terjual.

Melihat hal itu saya merasa iba, namun tidak lama kemudian saya melihat seorang pemuda menghampiri si bapak tadi, mereka terlihat sedang bercerita tidak lama kemudian pemuda tadi membeli semua dagangan si bapak tadi dan membayarnya sesuai harga per bungkus tebunya.

Dalam hati itu pemuda doyan tebu kali yah,, karena rasa ingin tahu yang besar saya mengikuti si pemuda tadi, ternyata dia hanya berjalan tidak jauh dari si bapak, masih di taman yang sama dimana anak-anak sedang ramai bermain, dari kejauan saya lihat pemuda tadi membagikan tebu yang ia beli tadi secara gratis semuanya kepada anak-anak yang sedang bermain tanpa tersisa, masya allah baik sekali hatinya gumamku dalam hati, tidak puas sampai disitu saya hampiri pemuda tadi yang masih duduk disalah satu bangku taman, saya izin untuk duduk dbangku sebelahnya dan dia mengizinkan, akhirnya terjadilah percakapan diantara kami:

“Saya : assalamualaikum mas, saya “k” boleh tau namanya siapa,?

“Pemuda: alaikumsalam saya rian mbak, jawabnya tanpa menatap saya

“Saya: hmm mas kerja dimana,?

“Pemuda: tersenyum masih menatap jalan dihadapannya,

“Saya: maaf mas kalau pertanyaan saya tidak berkenan

“Pemuda:mbak sudah menikah,?

“Saya: melas pasang tampang lmes pokoknya, lalu saya tetap jawab dengan santai, belum mas

“Pemuda: maaf mbak kalau pertanyaan saya tidak berkenan

“Saya: La kok dibalikin lagi kata2 saya,,?

“Pemuda: biar mbak g ngerasa g enak sama saya, jadi saya balikin lagi kata2nya. Jadi mbak g usah minta maaf.

“Saya: mas itu beli tebu sengaja dikasih buat anak-anak semuanya kenapa,?

“Pemuda: karena saya ingin kebahagiaan itu ada dimana2 mbak, karena dengan berbagi saya ikut merasakan kebahagiaan anak-anak tadi, dan saya juga ingin menabung dikit-dikit untuk akhirat saya kelak.

“Saya: terharu banget, subhanallah masih ada tersisa orang-orang seperti ini.

Tidak lama adzan zuhur berkumandang, pemuda tadi pamit mau ke masjid sholat zuhur, saat berdiri ia memegang tongkat, sebagai penuntunnya, saya kaget jadi ternyata beliau tidak bisa melihat.

Setelah saya cari tau informasi tentang pemuda tadi dari orang-orang disekitar taman, katanya pemuda tadi sering kesini dan memberikan anak-anak jajanan salah satunya tebu tadi, dan pekerjaan pemuda tadi garim di masjid, setiap rupiahnya yang ia terima dari pengurus masjid ia gunakan untuk berbagi, katanya ia sedang menabung untuk akhiratnya. Masya allah banyak pelajaran yang saya dapat hari ini.

Pertama belajar kesabaran dari bapak penjual tebu, kedua belajar berbagi untuk melihat, merasakan kebahagiaan, yang sejatinya tidak perlu dicari karena kebahagian itu ada dihati selama hati terkoneksi dengan maha pemilik hati, ketiga saya belajar bersyukur pemuda tadi dalam segala kekurangannya ia tetap bersyukur dengan cara selalu berbagi dalam keterbatasannya, karena percaya rejeki kita tidak akan pernah tertukar.

Masya allah, bertemu banyak orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya, seolah saya sedang membaca sebuah buku, setiap hari bertemu orang baru dengan pengalaman luar biasanya seperti membaca buku baru setiap harinya.

Menebar Manfaat

Bismillah…

Ada sebuah cerita kurang lebih sekitar satu tahun yang lalu di sebuah halte bus, ada seorang perempuan sedang duduk dihalte sambil membaca sebuah buku ia menunggu bus tujuannya. Tidak lama kemudian lewat seorang pria jangkung perawakannya kurus dengan sedikit berewokan diwajahnya juga ikut duduk dihalte menunggu bus smabil merokok dengan santainya duduk dipojokan halte.

Selang beberapa menit kemudian bus datang dan keduanya masuk ke bus yang sama, perempuan tadi duduk dikursi depan sambil terus membaca bukunya, si pria tadi berdiri dibagian bus belakang, bus saat itu penuh sesak dengan anak-anak dan ibu-ibu, perjalanan baru sekitar 10 menit tiba-tiba perempuan tadi berdiri lalu berjalan kearah kursi belakang bus dan menghampiri pria brewokan tadi dan terjadilah percakapan diantara keduanya

“maaf bang, boleh saya minta tolong,?

“minta tolong apaan,?

“abg punya banyak rokok g,? Atau itu yang lagi dihisap rokok terakhir,?

Si pria tadi dengan tampang kebingungan tidak mengerti, kenapa perempuan ini tiba-tiba menanyakan rokok padanya, lalu ia menjawab

“banyak ini gua baru beli masih ada satu bungkus baru gua buka, emang kenapa,?

Maaf bg saya boleh beli semua rokok yang abg punya,?

Waduhh maaf neng gua g jualan rokok, kalau lu mau beli aja ntar diwarung, kalau g beli sama tukang asongan.. kenapa jadi beli rokok ke gua sih (gumamnya sambil terus menghisap rokok ditanganya)

perempuan tadi masih ngotot saja ingin membeli rokok si pria, dengan berbagai cara sampai pada negosiasi terakhir, perempuan tadi menawarkan akan membeli semua rokok si pria dengan tawaran yang menarik,

“bg beli rokoknya tadi satu bungkus brapaan yah,?

“cuma 18.000 ribu neng,

“oke boleh saya beli rokok abg semuanya seharga 100 ribu,?

Si pria tadi sontak kaget, beneran mau beli segitu sambarnya dengan wajah tertarik dengan tawaran tersebut, iya saya akan beli semua rokoknya seharga 100 ribu tapi semua rokoknya termasuk yang sedang dihisap sekarang. Dengan senang hati si pria langsung memberikan semua rokoknya termasuk yang sedang dihisapnya dan perempuan tadi memberikan uang 100 ribu, si pria terlihat senang namun tetap keheranan, semua penumpang terlihat memperhatikan mereka dan memandang si perempuan dengan wajah keheranan pula, perempuan tadi kembali ke tempat duduknya semula dan menyimpan rokok tadi dalam sebuah kantong kecil.

Penumpang bus berbisik-bisik sambil melirik ke perempuan tadi, bahkan sampai terdengar olehnya, itu perempuan masak merokok sih, padahal jilbab nya dalem gitu, terdengar lagi dari penumpang yang lainnya, mungkin dia g berani beli langsung rokok diwarung biar g ketahuan kalau perempuan jilbab gede begitu ternyata perokok kali ya. Perempuan tadi hanya diam dan memperhatikan sekitarnya sambil tersenyum.

Tidak lama kemudian sampailah pada tujuan, semua penmpang bus turun dihalte yang sama, semua penumpang masih memperhatikan perempuan tadi, ia berjalan menuju tempat sampah yang tidak jauh dari halte, lalu mengeluarkan kantong kecil tempat ia menyimpan rokok tadi, ia membakar semua rokok tadi lalu membuang abunya kedalam tong sampah, dari kejauan si pria brewokan tadi memperhatikan perempuan tadi sambil geleng-geleng kepala keheranan.

Perempuan tadi pergi setelah membakar rokok tadi, disusul dengan pria tadi yang berusaha mengejarnya,

Neng,,neng,,

Sambil menoleh ke arah pria tadi ia bertanya “ada apa bg,?

Itu rokok kenapa dibakar semua terus dibuang begitu,? Kan tadi beli mahal ke gua,?

Perempuan tadi tersenyum dan menjelaskan kenapa ia melakukan itu.

“gini bg, saya hanya melakukan yang bisa saya lakukan untuk orang lain, di bus tadi banyak anak-anak dan ibu-ibu hamil mereka tidak boleh menghisap racun yang berasal dari rokok yang abg hisap, kasian kan anak-anak ikutan kena bahaya padahal yang merokok abg, ibu-ibu hamil juga tidak baik menghirup asap rokok yang berbahaya bagi janinnya, semua pada batuk-batuk saya hanya kasian dan demi kebaikan bersama jadi saya beli semua rokok abg biar abg berhenti merokok di dalam bus jadi kita tidak ada yang dirugikan bg,?

Kan lu yang rugi duit 100 ribu terus lu bakar semua tadi, hmm saya g rugi kok bg, 100 rbu tadi tidak sebanding dengan kesehatan anank-anak dan ibu-ibu hamil tadi, dengan 100 ribu saya bisa menyelamatkan banyak orang dari bahaya asap rokok, sambil tersenyum dan perempuan tadi berlalu meninggalkan si pria yang diam seribu bahasa.

Banyak cara untuk kita bisa berbagi, berbuat baik bagi sesama tanpa harus menimbulkan keributan atau dengan kekerasan, banyak cara menebar manfaat meski harus sedikit berkorban untuk sebuah hal yang besar, semoga si pria tadi bisa insaf dan berhenti merokok, mari menebar manfaat dan jadilah manusia yang bermafaat bagi orang lain dengan begitu kita sudah menyumbang satu kebaikan yang akan menghiasi perjalanan kita menuju akhiratNya pemberhentian terkahir kita.

Fastabikhul khoirot guys 

rehat sejenak

Sudah lama rasanya tidak berbagi cerita disini,, jadi rindu..
kalau sedang tidak ada aktifitas yang jelas seperti sekarang ini jadi ingin menulis sesuatu disini, tapi bingung juga mau menuliskan apa, cerita apa,?

akhir-akhir ini lagi stres-stresnya mulai merasakan luarbiasanya perjuangan mahasiswa tahun akhir nih..

proposal, penelitian, seminar, skripsi, dan ujian akhir seperti bintang kecil muter-muter dikepala (yang ini lebay dikit).. alhamdulilah satu tahap sudah selesai tinggal diseminarkan lagi proposal tercinta ku insyallah tanggal 21 bulan ini, huaa dag dig dug deerr rasanya (kayak iklan aja).. setidaknya setelah seminar proposal sedikit lega udah bisa mulai penelitian berkutat dilabor dan bercengkrama dengan zat kimia…
sudah mulai terbayang betapa melelahkannya itu,, tapi kalau dibandingkan dengan membayangkan hasilnya nanti bayangan lelah tadi langsung ilang ketiup angin dan yang terbayang tinggal yang manis-manisnya,, insyallah kesabaran itu berbuah manis chay fighting…

suamiku ujian bagiku

       cin

         Liburan kali ini sungguh banyak pelajaran yang saya dapat, ketika sedang liburan di pulau jawa, saya tinggal disebuah desa yang sangat nyaman dan aman, daerah yang sejuk udaranya sangat menyegarkan alhamdulilah pas sekali untuk tempat liburan rehat sejenak dari aktifitas yang padat dikampus. Disini saya banyak mendapat pelajaran dari wanita-wanita yang luarbiasa saya benar-benar terkesan dengan cerita perjuangan hidup mereka, saya akan ceritakan kisah salah seorang dari mereka. Sebut saja namanya mbak ayu, beliau seorang ibu yang mempunyai satu orang anak perempuan duduk dibangku kelas 4 SD, selama tinggal didesa itu saya selalu mampir kewarung beliau hampir setiap waktu ketika tidak ada agenda atau kegiatan lain, bukan sekedar mau makan ketika perut lapar saja, tapi terkadang sekedar mampir untuk sharring atau main saja, karena beliau orangnya sangat baik dan ramah, selalu welcome dengan siapa saja yang baru dikenalnya, kesan pertama bertemu mbak ayu saya langsung merasa nyaman.

Suatu hari saya main kewarungnya lagi dan saat mau pulang alhamdulilah hujan turun sangat lebat sehingga saya mengurungkan niat untuk pulang, hmm warungnya si mbak sepi pengunjung mungkin karena hujan lebat, saat itu entah apa yang saya pikirkan tiba-tiba bertanya kepada mbak ayu, yang menurut saya pertanyaannya biasa saja, “maaf mbak kok saya sudah sering kesini belum pernah ketemu abinya si kecil,,? Kerjanya dimana mbak,?sepertinya sangat sibuk yah jarang keliatan”

Si mbaknya diam sejenak tidak langsung menjawab pertanyaan saya, ya saya jadi penasaaran dan mengamati wajah si mbak hmm sedikit dengan tatapan menyelidik, dalam hati terbersit pikiran apakah ada yang salah dengan pertanyaan saya,? Atau pertanyaan saya berlebihan kali,?

Kebingungan dan rasa penasaran saya terjawab sudah setelah melihat senyuman yang bersahaja tergurat diwajahnya, alhamdulilah gumam saya dalam hati sekiranya senyum itu membuat saya sedikit tenang dari rasa bersalah dengan pertanyaan tadi, si mbak seperti berusaha keras untuk memberikan jawaban pertanyaan saya. Kebetulan mbak nanyain itu jadi saya sekalian saja cerita, jadi begini mbak, abinya si kecil sudah tidak tinggal disini lagi, maksudnya kami sudah tidak tinggal bersama lagi, sejak tiga tahun lalu mbak, mungkin sudah tidak jodoh lagi, sekarang beliau sudah menikah lagi dengan perempuan lain yang beda keyakinan dengan beliau, dan saya sangat miris melihat kehidupannya sekarang mbak, hidupnya tidak jelas arah dan tujuannya, kalau dulu ngajinya rajin sekarang wallahualam mbak saya dengar kabarnya sudah tidak ngaji lagi, saya tidak tau kenapa mbak, entah karena istrinya beda keyakinan dengan beliau, jadi tidak ada yang mengingatkan beliau untuk beribadah dan mengaji, padahal setau saya beliau orangnya sangat kuat dengan prinsipnya mbak, saya heran saja kenapa sekarang jadi bobrok begitu imannya, saya sangat sedih mendengar kabarnya begitu, setiap sholat dalam do’a saya, saya selalu mendo’akan beliau semoga allah membukakan pintu hati dan pikirannya sehingga kembali kejalanNya, saya selalu mendo’akan supaya rezekinya lancar dan sehat selalu mbak, do’a saya tidak pernah putus untuk beliau. Sejenak saya menatap dalam-dalam wajah mbak ayu, terlihat kesedihan yang sangat dalam dari matanya terlihat air bening mulai berjatuhan membasahi pipinya, betapa luka yang ia rasakan tidak mampu membuat ia membenci mantan suaminya, sekejam apapun perlakuan mantan suaminya dulu ketika masih bersama ia tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian itu, beliau wanita yang kuat dan tegar jika dilihat sepintas namun sungguh ia sangat rapuh. Yang sabar ya mbak, saya menanggapi jawabannya dan saya minta maaf juga mbak karena pertanyaan saya, mbak jadi ingat lagi kejadian lalu.

“iya mbak tidak apa-apa, saya menangis bukan karena sedih mengingat ketika saya ditinggalkan, tapi sedih karena mengingat beliau sudah sangat jauh sekali terperosoknya dan tidak ada yang bisa mengingatkan beliau, kalau saya sih bahagia saja mbak hidup berdua dengan si kecil sudah cukup membuat saya terhibur, melihat ia tumbuh besar dan diapun sudah mulai mengerti mengapa umi dan abi nya berpisah jadi saya tidak perlu mejelaskan panjang lebar lagi kepada dia mbak, alhamduliah saya punya anak yang pinter dan sholehah, mungkin inilah rencana allah buat saya mbak, alhamdulilah saya tidak pernah menyesal dulu bersuamikan abinya si kecil, dan saya tidak pernah merasa ini tidak adil untuk saya, karena saya yakin dan percaya bahwa rencana allah jauh lebih indah dan allah paling tau apa yang dibutuhkan hambaNya, dan alhamdulilah saya bisa membesarkan si kecil dengan baik dan mencukupi kebutuhan kami berdua dengan rezeki yang ada, walau pas-pasan yang penting halal mbak, dan yang terpenting allah ridho.

Saya sangat terkesan mendengarkan cerita mbak ayu ini, saya kagum dengan kesabaran beliau, keihlasan beliau menerima segala macam ujian yang diamanahkan ke beliau untuk diselesaikan, saya kagum dengan semangat beliau membesarkan anak seorang diri, dan alhamduliah beliau masih istiqomah.

Sedikit kisah diatas semoga kita bisa mengambil pelajaran, ketika saat ini kita masih diberikan keistiqomahan dihati maka bersyukurlah, ketika saat ini kita masih berada di lingkungan yang nyaman maka bersyukurlah, jika kita terlupa dan khilaf masih ada yang bersedia mengingatkan kita dengan nasehat-nasehatnya maka kita termasuk orang-orang yang wajib bersyukur dengan segala nikmat yang diberikan, iman itu selalu turun naik tidak ada yang bisa menjamin kita saat ini akan seperti ini juga kelak jika tidak karena allah yang menjaga kita, yang masih menyentil kita dengan peringatan kecil agar kita kembali mengingatNya, apakah kita tidak malu jika tidak mensyukuri nikmat itu,? jika suatu hari kita dihadapkan pada ujian yang sulit cobaan yang berat maka saat itulah kita belajar mendewasaakan diri, belajar sabar, belajar ikhlas, dan satu hal apapun itu tujuan kita jangan berubah semua yang kita lakukan hanya untuk mendapatkan ridhoNya. wallahualam

Q_nchay_RN

bahagia itu sederhana

 

QPerlahan angin malam terasa nyaman, rintik hujan perlahan membasahi,, seakan tiap tetesnya meresap kedalam jiwa-jiwa yang penuh amarah yang meluap-luap…

Sejatinya bahagia itu sederhana teman,,tergantung bagaimana kita merasakan hadirnya bahagia itu sendiri, tiap kita selalu berbeda-beda cara mengekspresikan bahagia yang dirasakan, apapun caranya untuk menunjukkan kebahagiaan tidak terlepas dari bagaimana kita mengucap syukur atas bahagia itu, ketika bersedih seakan semua yang ada meluluhlantahkan  mahligai kebahagian,,melunturkan keangkuhan dihati,,biar remuk namun tetap utuh walau berbalut ketegaran yang rapuh, sungguh tiadalah nyaman jika hidup bersama selalu berselimutkan prasangka, jauhkan prasangka buruk pandangan terhadap saudara, tidaklahkan rugi dengan belajar berbaik sangka terhadap saudara.

Hari ini belajar hikmah baru dalam hidup ini, setiap melangkah selalu ada saja kerikil kecil yang mewarnai langkah kaki, wajar saja ketika masalah datang menghampiri, disaat semua berjalan semestinya, ujian selalu tidak pernah lepas dari ia yang percaya bahwa masalah datang dalam wujud ujian untuk pendewasaan dirinya.

Q_nchay_RN